Minggu, 06 April 2014

sajakkecil (kamu)

KAMU

Termenung ditengah malam yang hampir mati
dudukku di sini dengan kesedihan
hati menjerit langkah smakin membeku
karena kesadaranku tlah terbelenggu bayangmu

parasmu yang cantik semakin sulit untuk aku lupakan
malam semakin tak bersahabat
dengan dinginnya tak ragu dia mencekam seluruh rongga tubuhku
seakan melebur,

aku dan berjuta bayangmu sedang bercengkerama disini
dibalik selimut angin malam
dibawah redupnya sang rembulan
aku merindukanmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar